Kartu Identitas Kendaraan, Kebijakan Kontroversial UGM

By deptz, Thu. July 8, 2010
Categories: dari hati ke hati
Tags: , , ,
595 views

Mulai tanggal 5 Juli 2010, ujicoba pelaksanaan KIK di UGM diberlakukan. Apa itu KIK? KIK adalah semacam identitas kendaraan atau secara gampangnya kartu parkir yang sah digunakan di seluruh wilayah UGM. Pembuatan KIK sendiri gratis bagi warga UGM, tapi terbatas untuk dua kendaraan per orang.

Lalu kenapa jadi kontroversial?

Setiap kendaraan yang tidak mempunyai KIK dan masuk wilayah UGM diminta untuk membayar sedikit biaya, ya boleh dibilang biaya parkir. Walaupun sebenarnya saat ini di beberapa fakultas,dan unit di UGM, ketika warga UGM parkir pun diminta membayar. Saya tidak tau apakah itu legal atau tidak.

Selain itu, kekhawatiran akan terjadi antrian masuk kendaraan karena pemeriksaan KIK di pintu masuk dan keluar dari wilayah UGM.

Lalu pendapat saya mengenai KIK? hmm..

Menurut saya penerapan KIK untuk saat ini masih terlalu dini. Sistem dan SDM sepertinya belum siap. Belum semua warga UGM mempunyai KIK, termasuk saya. ID unik yang melekat pada masing-masing kendaraan juga bisa menjadi masalah di kemudian hari. Dengan adanya rencana single database di UGM, harusnya ID unik melekat pada masing-masing orang dan bukan pada benda.

13 Responses to “Kartu Identitas Kendaraan, Kebijakan Kontroversial UGM”

  1. Pencerah Says:

    untung aku dah jarang ke UGM

  2. d3ptzz Says:

    @Pencerah: saya tiap hari kerja ke UGM.. 🙁

  3. Pencerah Says:

    kok gak isoh koment yo

  4. d3ptzz Says:

    @pencerah: kemakan akismet mas dab..:D

  5. dangdyud Says:

    saya sudah buat KIK ndan,
    lumayan ndan,kalo lewat pos satpam sambil nunjukin KIK mereka senyum,
    mungkin merasa dihargai kerja mereka. 🙂

  6. capoenk Says:

    Kowe gek gawe wae, gratis to? Kowe kan wes dadi karyawan ugm to?

    Tapi kayaknya itu masi jadi perdebatan, masalah SK ato apalah saya g bgitu mudeng..
    Ini juga membuat alumni susah bwt masuk areal kampus. Umpama mw legalisir ijasah 10pasang, udah bayar 20rb ditambah parkir 1rb. Ntar ngambil juga byar 1rb lg.. *doh..*

  7. d3ptzz Says:

    @capoenk: sebenarnya bisa salah pemahaman juga sih.. toh kita kemana-mana juga bayar parkir.. di beberapa tempat saat sebelum KIK pun memberlakukan tarif parkir, tapi kenapa kita ga protes? yang mendesak dipertanyakan itu untuk legalisir kenapa harus bayar ndan… :))

  8. matakucing Says:

    lumayanlah KIK buat nebel2in dompet…

  9. d3ptzz Says:

    @matakucing: saya malah belum dapet ndan..:(

  10. topx Says:

    saya belum daptar ndan. di tempat yg parkir bayar aja saya jarang mbayar. hehehe

  11. aNYONE Says:

    Kalau menurut kamu sistem dan SDM UGM belum siap, tolong kasih penjelasannya, argumen yang menguatkan. Jangan-jangan itu cuma pendapat yang sepintas aja kamu lihatnya. Lalu, kalo sekarang menurut kamu belom siap, kapan kira-kira siapnya, dan mengapa?

  12. d3ptzz Says:

    @aNYONYE: selain karena alasan yang saya sebutkan diatas, sepengetahuan saya, pada KIK dicetak barcode, yang pada saat pemeriksaan akan discan. Tapi pada saat pelaksanaan, alat untuk scan belum ada. Pada waktu-waktu tertentu ada antrian panjang untuk masuk ke UGM. Penggunaan karcis parkir menurut saya malah memboroskan kertas, karena pada saat keluar dibuang begitu saja.

    Kapan siap? ya ketika semua sistem sudah ready.. 🙂

  13. nail tattoos Says:

    Hi, I search for partners for our coming soon nail page, are you interested? 🙂

Comments