Pengguna Jalan di Yogyakarta

By deptz, Fri. April 5, 2013
Categories: dari hati ke hati
Tags: , ,
160 views

Sekitar tahun 2002-2005, masih banyak orang di daerah Bantul yang bersepeda kalau mau pergi ke kota yogyakarta. Setiap pagi dan sore, beriringan di jalan yang kadang sampai membuat jalan padat. Perlahan tapi pasti, pengguna sepeda ini pun semakin jarang. Dengan semakin mudah dan murahnya kendaraan bermotor, apalagi kemudahan mengajukan kredit, pertumbuhannya semakin cepat melesat.

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor ini sejalan dengan kemacetan di Yogyakarta. Dulu saya bisa hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit dari daerah Srandakan, Bantul bagian paling selatan, menuju kota yogyakarta untuk sekolah atau kuliah. Sekarang membutuhkan waktu sekitar 60 menit.

Selain kepadatan kendaraan bermotor yang terjadi, perilaku pengguna jalan pun perlahan berubah.

Tapi bener deh, di YK itu jarang banget klakson dipake, kecuali buat nyapa orang. Mau ada mobil yang berenti di tengah jalan, ya udah aja gitu pengendara yang di belakangnya anteng. Kalo bisa nyalip ya nyalip, kalo ngga ya tenang aja nungguin sampe si mobil yang berenti tadi jalan.

Ah, bahagianya.

Tulisan mbak tia tahun 2010 di atas masih mengungkapkan bahwa klakson jarang dibunyikan di kota jogja, tapi sekarang? Belum nyala hijau saja sudah klakson-klakson.

Selain klakson, juga masalah ketaatan terhadap peraturan lalu lintas, lampu merah sering diterabas, belok tanpa tanda-tanda, dan lain sebagainya.

Perilaku pengguna jalan ini menurut saya kok semakin lama semakin parah. Dan dalam kebanyakan kejadian, saya hanya bisa ngelus dada. Semoga saja pengguna jalan semakin peduli dan taat pada peraturan lalu lintas.

2 Responses to “Pengguna Jalan di Yogyakarta”

  1. Chipz Says:

    Setuju, sekarang tiap pagi dan sore kok kayaknya tumpukan kendaraan di perempatan ringroad condongcatur semakin banyak, khusus nya mobil, keliatan banget mengular panjang.

    Mungkin pemerintah harus segera memperbaiki sarana prasarana transportasi masal, tujuanne membuat kita tertarik beralih ke kendaraan umum.

    sebelum terlambat dan menjadi seperti jakarta..

  2. neax Says:

    iyo ik mas, san soyo semrawut karo ngawur le do numpak motor,padahal jarene jogja berhati nyaman

Comments