Indahnya Hidup Di Desa

Beberapa hari yang lalu, ketika akan berangkat kuliah, saya menyempatkan diri untuk memotret persawahan yang mengelilingi desa saya dengan Nokia E61i.

Berikut beberapa hasilnya:

Suara gemericik air di sungai, menambah rasa nyaman dan tenteram..

Sejauh mata memandang, terhampar pagi yang menghijau…

Pada foto yang terakhir tampak samar-samar Gapura masuk desa saya…di bagian pojok kanan..

5 thoughts on “Indahnya Hidup Di Desa

  1. AF mode

    hmmm indahnya..tapi apakah anak cucu qt nanti masih bisa melihat pemandangan yang sama??

    save our earthh….!!!

    hehe… biarkan bumi qt tetap hijau,…mulai dari diri sendiri…
    (kampanye mode: ON)

    Reply
  2. jihahahad

    wuih..mas..keren juga desanya..
    punyaku udah mulai terkontaminasi oleh bengkel2 motor..
    tapi tetep ndeso..

    btw mas, kmaren aku n chip minta burn ubuntu 8.10 di pptik..
    MALAH DIMINTA BAYAR 5000 PER DVD…!
    padahal kita bawa dvd sendiri, dan mau dipakenya buat komputer HM..piye ki mas??

    open source kok MBAYAR?

    Reply
  3. d3ptzz

    Kalau berangkat dan pulang memang adem nglihat semua itu. Hijau yang menyejukkan..

    Saya sudah tanyakan ke Pak Prastowo. Dan memang kebijakannya seperti itu karena biaya itu dianggap sebagai ‘pengganti’ dvd burnernya. Open source juga bukan berarti gratis bro.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.