Author Archives: deptz

Pengalaman Terbang dengan Batik Air

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan tugas ke Jakarta untuk bertemu, bahasa kerennya meeting :D, dengan calon vendor untuk sebuah project. Saya pergi ke Jakarta menggunakan moda transportasi udara. Dan ternyata saya dibelikan tiket PP kelas ekonomi maskapai Batik Air.

Batik Air

Batik Air

Ini adalah kali pertama saya terbang dengan Batik Air. Dari informasi yang selama ini saya ketahui, Batik Air adalah layanan full service dari Lion Air Group. Jadi pada awalnya saya berpikir maskapai ini layanannya seperti Garuda Indonesia. Dan berikut pengalaman saya.

Kekurangan

  1. Tidak bisa web checkin. Link web checkin di website Batik Air tidak bisa diklik.
  2. Counter checkin di bandara kurang ‘terlihat’. Baik waktu di Adisucipto (Jogja) maupun Cengkareng (Jakarta), saya sempat salah antrian karena petunjuk yang tidak jelas.
  3. Tidak ada pilihan lain surat kabar untuk dibaca di pesawat selain surat kabar terbitan Lion Group, saya lupa namanya :))
  4. Tidak disediakan headset untuk mendengarkan media dari In-flight Entertainment. Penumpang harus menggunakan headset/earphone milik sendiri atau membeli seharga Rp. 25.000

Kelebihan

  1. Tempat duduk yang relatif nyaman dan lega.
  2. Pelayanan dari pramugari yang relatif ramah.
  3. Pilihan musik maupun film di dalam In-flight Entertainment lebih beragam dibandingkan milik Garuda Indonesia

Itulah pengalaman saya terbang menggunakan Batik Air. Sudah pernahkah terbang menggunakan Batik Air? Gimana cerita pengalamannya?

 

Selamat Idul Fitri 1435 H

Ada keheningan sesaat setelah adzan magrib kali ini, yang segera disusul dengan takbir saut menyaut. Semuanya bahagia. Semuanya ikut merasakan kemenangan.

Sepertinya baru kemarin saya baru posting selamat berpuasa. Dan waktu berjalan cepat, saat ini sudah malam takbiran. Ada keharuan mendalam saat mengumandangkan takbir. Ada rasa yang berbeda. Ah saya tidak bisa menuliskannya.

Semoga Allah menerima ibadah kita semua selama bulan ramadan kemarin. Semoga kesalahan-kesalahan kita diampuni oleh Allah SWT.

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar..

Selamat Idul Fitri 1435 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

Ketergantungan Informasi

Saya pernah menulis mengenai ketergantungan pada informasi pada tahun 2012. Saat itu sedang hangat-hangatnya penggunaan social media yang mewabah di Indonesia. Hampir setiap saat, mengecek timeline maupun bergantung pada push notification.

Dan sekarang dua tahun sudah berlalu, sepertinya ketergantungan pada informasi ini semakin akut. Hampir semua hal dalam keseharian membutuhkan sharing informasi. Mulai dari sinkronisasi data reminder, kalender, kontak dan lain sebagainya. Komunikasi pun sekarang mulai bergeser ke internet. Melalui whatsapp, BBM, LINE dan aplikasi messenger lainnya.

Kegiatan jual beli semakin marak dengan hadirnya berbagai platform e commerce di Indonesia, ada berniaga, tokobagus, tokopedia, bukalapak dan lain sebagainya. Kaskus sebagai forum pun tak ketinggalan menyempurnakan board khusus untuk jual beli.

Kalau koneksi internet tidak berjalan sebagaimana mestinya, bisa dipastikan langsung panik. Seakan-akan dengan tidak terkoneksi ke internet, maka akan ketinggalan informasi yang mengalir sedemikian derasnya. Apalagi kalau misalnya gadgetnya ketinggalan. Seakan-akan merasa sebagai katak dalam tempurung. Padahal mungkin ya tidak ada yang mencari ataupun perlu dikhawatirkan. 😀

Lengkap sudah hidup dan mati tergantung pada koneksi. Kabar bahwa ada program mata-mata intelijen dari negara adikuasa terhadap semua aktifitas online seperti kecil efeknya. Sebagian besar orang sudah terlanjur tergantung dengan kegiatan online di dalam kesehariannya.

Jadi seberapa besar ketergantungan anda terhadap informasi?

How To Enable OCI8 on PHP 5.4 and Install Oracle Instant Client on Mac OS X 10.9 Maverick

After upgrading to OS X 10.9 Maverick, i’ve to reinstall PHP library and reconfigure it. Oracle OCI8 is one of PHP libraries which need to be reconfigured.

Today i spend more than 2 hours just to find out how to enable Oracle OCI8 in PHP 5.4.24. So I post it here just in case i have to reconfigure it again, i don’t have to feel the pain again.

Lets Start!

  1. Download Oracle Client Library from http://www.oracle.com/technetwork/topics/intel-macsoft-096467.html
    You have to download 3 files:

    After downloading 3 files above, you have to extract instantclient-basic and instantclient-plus zip files into one folder, for example in “/Applications/instantclient”. And then create folder named “sdk” inside that folder, and extract instantclient-sdk into it.  And then add symbolic link using this command in Terminal:

    ln -s libclntsh.dylib.11.1 libclntsh.dylib

    Oracle Instant Client folder

    Oracle Instant Client folder (click picture to enlarge).

  2. Download oci8 tar PECL package from http://pecl.php.net/package/oci8
    After downloading package from pecl, extract it anywhere you like. And then open “Terminal” and go to that folder. Then run commands below.

    phpize
    ./configure --with-oci8=shared,instantclient,/Applications/instantclient
    make
    sudo make install

    Edit “/Applications/instantclient/” to the path where you extract Oracle Instant Client (point 1).

  3. Edit Apache plist file on /System/Library/LaunchDaemons/org.apache.httpd.plist
    Open Apache plist using text editor and then find Environment Key section. Add DYLD_LIBRARY_PATH key and your Oracle Instant Client folder as value.

    Editing Apache plist File

    Editing Apache plist File

  4. Open your /Users/yourusername/.bash_profile file using text editor, then add “export DYLD_LIBRARY_PATH=/Applications/instantclient/” (without quotes) at the end of file.
  5. Edit your php.ini and add “extension=oci8.so”
  6. Open terminal, and run this command : sudo apachectl restart
  7. Done! Open PHP Info

    oci8 has been installed

    oci8 has been installed

UPDATE:

If you still not getting it to work, check Sarah’s comment below.

Membuat Home Theatre dengan Rasberry Pi

Raspberry pi adalah komputer kecil yang pada awalnya ditujukan untuk pendidikan dan penelitian. Namun pada perkembangannya ternyata banyak sekali orang yang memanfaatkan raspberry untuk hal-hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Bahkan untuk cluster server sekalipun.

Salah satu OS yang dikembangkan untuk raspberry pi oleh para geek di luar sana adalah raspbmc. Raspbmc adalah pengembangan dari XBMC, sebuah platform home theatre dengan basis kode terbuka (open source). Raspbmc sendiri dibuat dan dikembangkan oleh Sam Nazarko.

Fitur-fitur yang ada di dalam raspbmc bisa dibilang sangat mencukupi untuk membuat ‘home theatre murah’. Hanya berbekal raspberry pi dan monitor/TV yang ada port input HDMI, home theatre sudah siap untuk digunakan. Proses installasi Raspbmc sendiri cukup mudah. Bisa dibaca di halaman dowload-nya.

Installasi Raspbmc berlangsung secara online. Dengan koneksi speedy di rumah saya, membutuhkan waktu beberapa jam sampai proses installasi benar-benar selesai.

Proses Installasi Raspbmc

Proses Installasi Raspbmc

Raspbmc dapat memutar hampir semua format konten yang berasal dari komputer lain dengan protokol NFS, SMB, FTP dan HTTP. Juga bisa berasal dari USB drive. Raspbmc juga langsung mendukung koneksi LAN maupun Wifi. Saya menggunakan koneksi LAN karena tidak punya Wifi receiver.

Raspbmc ini berbasis pada sistem operasi Debian, sehingga sangat memungkinkan diinstall bermacam-macam software/paket yang diinginkan. Tapi santai saja, tanpa pengetahuan tentang Linux/Debian pun kita tetap bisa menggunakan raspbmc dengan sangat nyaman melalui antar muka yang simpel dan mudah dipahami.

Raspbmc Memutar Konten Video

Raspbmc Memutar Konten Video

Raspbmc ini bisa dikendalikan dengan menggunakan aplikasi pengendali mobile XMBC. Aplikasi resmi dari XMBC untuk android bisa diunduh pada tautan ini. Sedangkan untuk iOS bisa diunduh pada tautan berikut.

Aplikasi Remote untuk XMBC

Aplikasi Remote untuk XMBC

Fitur-fitur lain dapat dibaca pada halaman ini. Jadi sudahkah anda mencoba solusi home theatre murah dengan Raspberry pi ?

 

Membuat Virtual Host di Mac OS X 10.9 Maverick

Virtual Host membuat satu mesin dapat digunakan untuk banyak domain sekaligus. Hal ini menjadi sangat bermanfaat bagi saya karena saya mempunyai lebih dari satu website yang sedang dikembangkan di dalam macbook saya. Cara pun cukup sederhana. Hanya membutuhkan aplikasi ‘Terminal’ saja.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Edit file httpd.conf
File httpd.conf ada di /etc/apache2/httpd.conf. Edit dengan perintah:

sudo nano /etc/apache2/httpd.conf

Cari baris yang ada kode berikut, dan hilangkan tanda ‘#’ di depan baris tersebut.

#Include /private/etc/apache2/extra/httpd-vhosts.conf

2. Edit file httpd-vhosts.conf
File httpd-vhosts.conf terdapat di /private/etc/apache2/extra/httpd-vhosts.conf. Edit dengan perintah.

sudo nano /private/etc/apache2/extra/httpd-vhosts.conf

Kemudian tambahkan virtual host yang diinginkan. Dalam contoh ini saya ingin membuat dengan nama domain examplesite.local dan mempunyai document root di /Users/pujipriyono/Sites/examplesite/public_html/

<VirtualHost *:80>
ServerAdmin [email protected]
DocumentRoot “/Users/pujipriyono/Sites/examplesite/public_html/”
ServerName examplesite.local
ErrorLog “/private/var/log/apache2/examplesite-error_log”
CustomLog “/private/var/log/apache2/examplesite-access_log” common
</VirtualHost>

3. Dan restart apache dengan perintah

sudo apachectl restart

4. Edit file “hosts”, dengan perintah

sudo nano /etc/hosts

Tambahkan line berikut pada baris paling akhir.

127.0.0.1 examplesite.local

5. Selesai. Buka browser, dan bisa langsung akses ke alamat http://examplesite.local

Review Mobile Hotspot ZTE MF61

Berawal dari sebuah smartphone lungsuran dari kakak ipar yang tidak bisa SMS/Telepon/Data karena dilock operator negara asalnya, saya pun membeli sebuah mobile hotspot ZTE MF61. Paling tidak dengan smartphone tersebut saya bisa online. Apalagi akhir-akhir ini media komunikasi lebih banyak menggunakan media internet.

ZTE MF61

ZTE MF61

Cara menggunakan mobile hotspot ZTE MF61 ini pun cukup sederhana, cukup masukkan sim card, dan akan otomatis terkoneksi dengan jaringan. Di balik baterai ada keterangan default SSID Name dan passwordnya.

Pada barang yang saya beli dari Els Computer ini sepertinya adalah barang refurbish, sehingga SSID Name maupun password sudah diganti. Syukurlah bisa ditebak passwordnya sehingga tidak perlu mengembalikan ke toko.

Mobile hotspot ZTE MF61 ini mempunyai sistem manajemen berbasis web. Cukup akses ke 192.168.0.1, maka akan muncul halaman manajemen mobile hotspot ini. Antar muka sistem manajemennya pun cukup mudah dipahami. Berbagai pilihan setting tersedia, tinggal klik klik saja.

Bentuk fisik dari ZTE MF61 lumayan kecil. Bisa dimasukkan saku, walaupun saya selalu meletakkannya di dalam tas saja. Dari beberapa hari penggunaan, rata-rata baterai ZTE MF61 bisa bertahan sekitar 4 jam. Cukuplah untuk aktifitas mobile saya.

Saya cukup puas dengan kinerja dari ZTE MF61 ini. Apakah anda punya pengalaman lain?